يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Surat Al-Baqarah ayat 183 tersebut sudah sering kita dengar, terutama menjelang dan ketika kita berada di bulan Ramadhan. Ada yang menaraik dari kutipan ayat tersebut, yaitu pada kata لَعَلَّكُمْ. Dalam kaidah bahasa, kata لَعَلَّكُمْ apabila yang mengucapkan adalah Allah, maka bermakna kepastian. Sedangkan apabila mengucapkan kita manusia, bermakna harapan.
“Agar kamu menjadi orang bertaqwa”. Yang menjadi pertanyaan adalah, seperti apakah orang bertaqwa itu?
Dalam surat Ali-Imron ayat 15:
“Katakanlah wahai Muhammad: Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?……” Yang demikian itu apa?
Ayat tersebut berkaitan erat dengan ayat sebelumnya, yaitu ayat 14:
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”
Sudah pasti, masing-masing diri kita ini menyukai lawan jenis. Sudah berabad-abad kehidupan manusia, ada hal yang tidak berubah mengenai kesenangan manusia, yaitu kesenangan akan lawan jenis, cinta dan sayang terhadap anak, suka dengan harta, ladang dan ternak. Hal itu masih akan tetap berlangsung seterusnya, tidak memandang apakah ia mukmin atau kafir, semua sama.
Akan tetapi Allah memberitahukan kepada kita, bahwa ada yang lebih baik dari semua itu, yaitu: ”…untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridaan Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”
Makna taqwa menurut bahasa adalah hati-hati dan takut. Hati-hati dalam setiap perilaku kita, takut akan dosa yang kita lakukan. Sungguh mulia orang yang bertaqwa, hidup di dunia tidak hanya berhenti pada bagaimana memperoleh jodoh yang ia senangi, bagaimana mengeruk dan menimbun harta, memiliki anak-anak yang tampan, cantik dan pintar. Merupakan suatu kewajaran, manusia menyukai hal-hal tersebut, bahkan suatu yang pasti. Akan tetapi orang yang bertaqwa, pandangan hidupnya jauh tidak hanya berhenti pada kesenangan-kesenangan tersebut. Pemikirannya jauh, tidak hanya berhenti pada sesuatu yang sifatnya tidak abadi.
Kesenangan-kesenangan tersebut dapat kita rasakan ketika kita masih hidup, tapi semua itu akan habis ketika kita mati, semuanya itu tidak akan menemani kita di alam kubur.
Ketika kita masih hidup, kita masih ditemani dengan kesenangan-kesenangan tersebut. Ketika kita meninggal, hanya anak atau kerabat kita yang menemani, tapi hanya sampai pada acara pemakaman. Tapi di dalam kubur tidak ada yang menemani kita. Hanya ada satu yang mau menemani kita, yaitu amal sholeh, itu teman kita.
Surga yang kita kekal berada di dalamnya, dan keridhaan dari Allah adalah lebih baik dari semua itu. Bukan berarti kita tidak boleh memiliki kesenangan-kesenangan tersebut. Yang tidak boleh luput dari perhatian kita adalah, bagaimana besok kita setelah mati. Bagaimana kita bisa memanfaatkan yang kita miliki saat ini, menjadi amal sholeh bagi kita, menjadi teman kita di akhirat nanti. Karena hanya itu teman kita.
Masih banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis yang mengungkap tentang sifat-sifat orang bertaqwa. Berikut kutipan lengkap ayat 14-15 surat Ali-Imron:
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَاد
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
“Katakanlah: “”Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”" Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridaan Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”
Wallahu a’lam bishawab.