administration page

August 31, 2008

Bulan Ramadhan

Filed under: Uncategorized — tohithadi @ 12:18 am

Alhamdulillah, sebentar lagi akan kita jumpai bulan Ramadhan. Beruntung sekali Allah memberikan kita umat Islam, satu bulan yang penuh dengan kemuliaan ini.

Kalau kita cermati, ada beberapa sasaran yang dituju pada bulan Ramadhan ini:

Yang pertama adalah perut. Kalau kita telusuri, banyak sekali permasalahan-permasalah yang terjadi ternyata bersumber dari perut ini. Nah, di bulan Ramadhan ini kita diwajibkan untuk melaksanakan shiyam/puasa. Tidak seperti biasa, perut kita ini dapat dengan seenaknya diisi dengan berbagai makanan. Paling tidak selama 13 jam perut ini diistirahatkan, dikontrol dan dikendalikan. Pada waktu berbuka-pun, kita dianjurkan untuk berbuka dengan yang ringan, sebiji korma atau satu teguk air sudah cukup untuk membatalkan puasa.

Sasaran kedua adalah hati kita. Pada malam hari kita melaksanakan Qiyamul Lail atau sholat malam, atau sering disebut dengan tahajud. Tahajud mempunyai arti meninggalkan tidur. Yang semestinya waktu untuk tidur, kita tinggalkan untuk menghadap sang Khaliq. Yang semestinya kita dapat tidur dengan pulas, kita paksakan diri ini untuk berdo’a kepada Allah.

Setelah perut, sasaran selanjutnya adalah akal. Sudah menjadi hal umum, di masjid-masjid banyak menyelenggarakan kegiatan tadarus Al-Qur’an. Membaca dan menghafal ayat-ayat Quran merupakan hal yang sangat baik, akan tetapi lebih baik lagi kita dapat mempelajari dan mengamalkannya, dan itu adalah tujuan diturunkannya Al-Qur’an.

Insya Allah, ketiga hal tersebut akan menghantarkan kita menjadi orang yang bertaqwa, seperti yang difirmankan Allah, la’allakum tattaquun.

Saling mema’afkan diantara kita, dengan jiwa yang bersih mari kita sambut bulan Ramadhan ini dengan meningkatkan amal ibadah kita. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita, memberi ampunan terhadap kesalahan dan dosa-dosa kita baik yang sengaja maupun tidak sengaja. Amin

August 21, 2008

Sayembara Nama Warnet

Filed under: Uncategorized — tohithadi @ 12:38 am

Alhamdulillah…tinggal menghitung hari (paling cepat satu minggu), soft opening warnet akan dilaksanakan, tapi sampai detik ini belum ada nama warnet yang cocok. Ada beberapa usulan dari teman-teman: LIME ICE NET, LIME NET, BARIKLANA NET, FRESH NET.

Oleh karena itu, saya mengadakan sayembara tidak berhadiah untuk pemberian nama warnet. Temen2 ada usulan?

August 10, 2008

Blog Uswatun Hasanah

Filed under: Uncategorized — tohithadi @ 2:24 pm

Pernah baca blog ini? Tidak sengaja waktu searching di google saya mendapatkan blog tersebut. Sangat menarik isinya.

Tidak salah jika blog tersebut diberi nama uswatun hasanah, kira-kira dalam bahasa Indonesia contoh yang baik. Banyak sekali pengetahuan agama yang dapat diperoleh dari blog tersebut. Menyadarkan saya akan banyak hal.

Coba saja baca di bagian ini

Kunci surga itu milik Allah, bukan milik manusia manapun. Jadi kita tidak perlu pusing atau khawatir. Memang kalau kunci surga itu berada ditangan salah seorang manusia , maka mungkin dia hanya mengijinkan jamaah atau kelompoknya saja untuk masuk ke dalam surga.

Kadang aku merasa heran dan sangat prihatin dengan berkembangnya budaya menghujat dan mencaci maki ulama dan gerakan islam saat ini, yang dilakukan kalangan muslim.

Benar juga yang disampaikan ukhti ini, coba lihat di sekitar kita, perilaku saling menghujat sering terjadi.

Atau dibagian ini, bercerita tentang kebiasaan manusia yang mudah mengeluh ketika diuji suatu musibah.

Monggo temen-temen kalo tertarik silahkan kunjungi sendiri, kl saya tulis disini semuanya, lha nanti gak ada yang nengok blog tersebut :D

August 1, 2008

Orang yang Bertaqwa

Filed under: Uncategorized — tohithadi @ 12:18 am

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Surat Al-Baqarah ayat 183 tersebut sudah sering kita dengar, terutama menjelang dan ketika kita berada di bulan Ramadhan. Ada yang menaraik dari kutipan ayat tersebut, yaitu pada kata لَعَلَّكُمْ. Dalam kaidah bahasa, kata لَعَلَّكُمْ apabila yang mengucapkan adalah Allah, maka bermakna kepastian. Sedangkan apabila mengucapkan kita manusia, bermakna harapan.

“Agar kamu menjadi orang bertaqwa”. Yang menjadi pertanyaan adalah, seperti apakah orang bertaqwa itu?

Dalam surat Ali-Imron ayat 15:

“Katakanlah wahai Muhammad: Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?……” Yang demikian itu apa?

Ayat tersebut berkaitan erat dengan ayat sebelumnya, yaitu ayat 14:

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”

Sudah pasti, masing-masing diri kita ini menyukai lawan jenis. Sudah berabad-abad kehidupan manusia, ada hal yang tidak berubah mengenai kesenangan manusia, yaitu kesenangan akan lawan jenis, cinta dan sayang terhadap anak, suka dengan harta, ladang dan ternak. Hal itu masih akan tetap berlangsung seterusnya, tidak memandang apakah ia mukmin atau kafir, semua sama.

Akan tetapi Allah memberitahukan kepada kita, bahwa ada yang lebih baik dari semua itu, yaitu: ”…untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridaan Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”

Makna taqwa menurut bahasa adalah hati-hati dan takut. Hati-hati dalam setiap perilaku kita, takut akan dosa yang kita lakukan. Sungguh mulia orang yang bertaqwa, hidup di dunia tidak hanya berhenti pada bagaimana memperoleh jodoh yang ia senangi, bagaimana mengeruk dan menimbun harta, memiliki anak-anak yang tampan, cantik dan pintar. Merupakan suatu kewajaran, manusia menyukai hal-hal tersebut, bahkan suatu yang pasti. Akan tetapi orang yang bertaqwa, pandangan hidupnya jauh tidak hanya berhenti pada kesenangan-kesenangan tersebut. Pemikirannya jauh, tidak hanya berhenti pada sesuatu yang sifatnya tidak abadi.

Kesenangan-kesenangan tersebut dapat kita rasakan ketika kita masih hidup, tapi semua itu akan habis ketika kita mati, semuanya itu tidak akan menemani kita di alam kubur.

Ketika kita masih hidup, kita masih ditemani dengan kesenangan-kesenangan tersebut. Ketika kita meninggal, hanya anak atau kerabat kita yang menemani, tapi hanya sampai pada acara pemakaman. Tapi di dalam kubur tidak ada yang menemani kita. Hanya ada satu yang mau menemani kita, yaitu amal sholeh, itu teman kita.

Surga yang kita kekal berada di dalamnya, dan keridhaan dari Allah adalah lebih baik dari semua itu. Bukan berarti kita tidak boleh memiliki kesenangan-kesenangan tersebut. Yang tidak boleh luput dari perhatian kita adalah, bagaimana besok kita setelah mati. Bagaimana kita bisa memanfaatkan yang kita miliki saat ini, menjadi amal sholeh bagi kita, menjadi teman kita di akhirat nanti. Karena hanya itu teman kita.

Masih banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis yang mengungkap tentang sifat-sifat orang bertaqwa. Berikut kutipan lengkap ayat 14-15 surat Ali-Imron:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَاد

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

“Katakanlah: “”Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”" Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridaan Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”

Wallahu a’lam bishawab.

Blog at WordPress.com.