Suatu ketika ada burung kecil yang kedinginan, menggigil seluruh tubuhnya. Pagi hari yang semestinya untuk mencari makan, dihabiskan waktunya disekitar sarang. Tiba-tiba lewat seekor lembu kotor yang dengan cueknya (maap) mengeluarkan kotoran. Tepat jatuh mengenai tubuh mungil dan cantik sang burung.
Bau busuk menyengat. Umpatan kasar keluar dari kicauan mulut sang burung. Tapi beberapa saat kemudian, sang burung tersenyum, “ahh hangat..” Ya. Saat ini sang burung merasakan kehangatan di tubuhnya.
Tak berselang lama, seekor kucing tiba-tiba datang menghampiri sang burung. Berdebar-debar sang burung mundur beberapa langkah untuk berancang-ancang terbang, tapi terlambat. Lidah sang kucing sudah menempel di tubuh burung….
Anehnya, sang kucing tidak memakannya, hanya menjilat-jilat. Sang burung bisa sedikit tersenyum.. tubuhnya yang bau dan kotor oleh kotoran kerbau perlahan-lahan mulai hilang. Sang burung merasakan kenyamanan yang luar biasa dari jilatan sang kucing…”Aha, tubuhku sudah bersih dan hangat” Akan tetapi sang burung tidakberanjak dari tempatnya pergi, ia masih saja menikmati jilatan sang Kucing.
Tiba-tiba terdengar suara “KREK!!” mata sang burung sempat melihat gigi-gigi tajam sang kucing menghimpit lehernya. Matilah sang Burung dilahap sang Kucing.
Saya jadi berpikir, kadang kala saya marah-marah ketika suatu musibah menimpa tanpa berpikir ada sesuatu yang baik dibalik musibah yang saya terima. Kadangkala saya terlena dengan kenikmatan, akan tetapi saya lupa bahwa kenikmatan itu adalah ujian buat saya, apakah saya Syukur atau Kufur. Jangan sampai saya terlena oleh kenikmatan yang berlimpah, saya harus waspada, jangan sampai saya seperti sang Burung tersebut.
Anugerah dari Tuhanku ini sebagai penguji bagiku, apakah aku syukur atau kufur