administration page

June 30, 2008

Kerbau, Burung dan Kucing

Filed under: kuliah subuh — tohithadi @ 7:03 am

Suatu ketika ada burung kecil yang kedinginan, menggigil seluruh tubuhnya. Pagi hari yang semestinya untuk mencari makan, dihabiskan waktunya disekitar sarang. Tiba-tiba lewat seekor lembu kotor yang dengan cueknya (maap) mengeluarkan kotoran. Tepat jatuh mengenai tubuh mungil dan cantik sang burung.

Bau busuk menyengat. Umpatan kasar keluar dari kicauan mulut sang burung. Tapi beberapa saat kemudian, sang burung tersenyum, “ahh hangat..” Ya. Saat ini sang burung merasakan kehangatan di tubuhnya.

Tak berselang lama, seekor kucing tiba-tiba datang menghampiri sang burung. Berdebar-debar sang burung mundur beberapa langkah untuk berancang-ancang terbang, tapi terlambat. Lidah sang kucing sudah menempel di tubuh burung….

Anehnya, sang kucing tidak memakannya, hanya menjilat-jilat. Sang burung bisa sedikit tersenyum.. tubuhnya yang bau dan kotor oleh kotoran kerbau perlahan-lahan mulai hilang. Sang burung merasakan kenyamanan yang luar biasa dari jilatan sang kucing…”Aha, tubuhku sudah bersih dan hangat” Akan tetapi sang burung tidakberanjak dari tempatnya pergi, ia masih saja menikmati jilatan sang Kucing.

Tiba-tiba terdengar suara “KREK!!” mata sang burung sempat melihat gigi-gigi tajam sang kucing menghimpit lehernya. Matilah sang Burung dilahap sang Kucing.

Saya jadi berpikir, kadang kala saya marah-marah ketika suatu musibah menimpa tanpa berpikir ada sesuatu yang baik dibalik musibah yang saya terima. Kadangkala saya terlena dengan kenikmatan, akan tetapi saya lupa bahwa kenikmatan itu adalah ujian buat saya, apakah saya Syukur atau Kufur. Jangan sampai saya terlena oleh kenikmatan yang berlimpah, saya harus waspada, jangan sampai saya seperti sang Burung tersebut.

Anugerah dari Tuhanku ini sebagai penguji bagiku, apakah aku syukur atau kufur

June 23, 2008

Orang yang Cerdas

Filed under: kuliah subuh — tohithadi @ 11:14 am

Hari itu, Senin 15-Juni-08 di Wanagaman diadakan pengajian dosen dan karyawan UMY. Pada salah satu sesi, saya mendengar satu kutipan hadis:

Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya dan beramal untuk sesuduah matinya.

Sungguh menarik kutipan hadis tersebut. Tidak seperti pemahaman saya selama ini, bahwa yang cerdas adalah yang mampu menyelesaikan studi S1 dalam waktu singkat disertai dengan cumlaud, atau yang mempunyai gelar doktor diusai muda, atau yang seperti saya ini (hehehe..becanda).

Tapi dari hadis tersebut disampaikan adalah orang yang sanggup mengendalikan hawa nafsunya. Menahan amarahnya, syahwatnya, tuntutan perutnya dan nafsu-nafsu lainnya. Mampu memberikan maaf dan berbuat baik pada orang yang berbuat salah atau orang yang berbuat jahat padanya.

Cerdas juga ikhlas dalam berbuat. Berbuat apa saja, asalkan yang dibenarkan oleh agama. Menyingkirkan paku ditengah jalan, membantu membawakan barang bawaan teman, atau sekedar tersenyum pada teman, tentu saja dilakukan dengan keikhlasan.

Hmmm…mampu tidak ya kita menjadi cerdas?

Ya Allah mudahkanlah hambaMu ini untuk ingat padaMu, mudahkanlah pula hambaMu ini untuk selalu bersyukur padaMu, dan mudahkanlah hambaMu ini beribadah dengan baik dan ikhlas. Amin.

Blog at WordPress.com.